Silinder Standar Dorong Besar Seri CDA2B/CA2B Ini adalah silinder pneumatik dua-arah berkinerja tinggi dari seri CA2/CDA2B, dirancang untuk otomatisasi industri dengan dorongan kuat dan operasi andal.
Rentang Model : Ukuran diameter dalam (bore) 40 mm, 50 mm, 63 mm, 80 mm, 100 mm; pilihan panjang langkah: 25 mm, 75 mm, 150 mm, 200 mm (Z: tipe bantalan udara).
Kinerja : Tekanan operasi 0,05–1,0 MPa, tekanan uji 1,5 MPa; kisaran suhu −10°C hingga 70°C (dengan magnet: −10°C hingga 60°C); kecepatan piston 50–500 mm/detik.
Struktur : Batang tunggal, konstruksi batang pengikat (tie-rod); tabung paduan aluminium (dianodisasi keras), batang piston berlapis krom keras; bantalan udara terpasang di kedua ujungnya untuk menyerap benturan.
Versi : CA2B (standar); CDA2B (dilengkapi magnet terpasang untuk deteksi posisi otomatis).
Aplikasi : Jalur produksi terotomatisasi, penanganan material, mesin pengemasan, peralatan otomotif, dan sistem posisioning tugas berat.
Atribut kunci
daya
Pneumatik
struktur
Silinder Seri
standar atau Nonstandar
Standar
bahan bodi
Aluminium
laporan Uji Mesin
Tidak Tersedia
video pemeriksaan keluar
Disediakan
garansi
Tidak tersedia
komponen Inti
PLC, Mesin, Bantalan, Gearbox, Motor, Kapal Tekanan, Gear, Pompa
tempat Asal
Suzhou, China
berat (kg)
1.2
Nama Produk
Silinder Pneumatik
Media Kerja
Udara
MOQ
10 Buah
Packing dan pengiriman
Unit yang dijual
Barang tunggal
Ukuran paket per batch
8 × 5,2 × 5,2 cm
Berat kotor per batch
1.200 kg
i. Keunggulan Produk
Dorong Sangat Kuat : Struktur silinder yang dioptimalkan dan rasio diameter-langkah yang wajar memastikan kinerja dorong yang sangat baik, sehingga mampu menggerakkan benda kerja berat secara stabil, memenuhi kebutuhan pendorongan, penekanan, dan posisioning berbeban berat, serta menghindari kekurangan tenaga dalam skenario industri.
Stabilitas Tinggi & Masa Pakai Panjang : Tabung silinder terbuat dari paduan aluminium yang dianodisasi keras, sehingga tahan korosi, tahan aus, dan tidak mudah mengalami deformasi; batang piston dilapisi krom keras, yang secara efektif mencegah goresan dan karat, sehingga masa pakai menjadi jauh lebih panjang dalam operasi kontinu jangka panjang.
Kebisingan Rendah & Operasi Halus : Dilengkapi peredam udara internal (akhiran Z), yang mampu menyerap secara efektif gaya benturan saat piston mencapai ujung langkahnya, mengurangi kebisingan akibat tumbukan, serta membuat operasi menjadi lebih stabil, sekaligus menghindari kerusakan pada silinder itu sendiri maupun peralatan yang terhubung.
Pilihan Fleksibel & Adaptabilitas Tinggi tersedia berbagai spesifikasi (diameter dalam 40/50/63/80/100 mm, panjang langkah 25/75/150/200 mm), serta dua tipe model (tipe standar CA2B dan tipe cincin magnetik CDA2B) yang dapat dipilih, sehingga dapat disesuaikan secara fleksibel sesuai dengan peralatan dan kondisi kerja yang berbeda.
Mudah Dipasang & Diperbaiki desain struktur batang pengikat (tie-rod), antarmuka pemasangan yang distandarisasi, memudahkan proses pemasangan dan pembongkaran; struktur keseluruhan sederhana, memiliki sedikit komponen yang aus, serta perawatan harian hanya memerlukan inspeksi dan pelumasan berkala, sehingga menekan biaya penggunaan di masa mendatang.
Kinerja Andal & Adaptasi terhadap Rentang Suhu yang Luas dapat beroperasi secara stabil dalam kisaran suhu −10℃ hingga 70℃ (untuk tipe cincin magnetik: −10℃ hingga 60℃), dengan tekanan kerja 0,05–1,0 MPa, sehingga cocok untuk sebagian besar lingkungan kerja industri dan tidak mudah mengalami kegagalan.
iI. Fitur Produk
Fitur struktural desain dua-arah batang-tunggal, batang pengikat tetap, struktur kompak, penggunaan ruang kecil, mudah diintegrasikan ke berbagai peralatan otomasi; tabung silinder dan batang piston terbuat dari bahan berkualitas tinggi, presisi tinggi serta kinerja penyegelan yang baik, sehingga secara efektif mencegah kebocoran udara.
Pembedaan Model pembagian model yang jelas: CA2B merupakan tipe standar, cocok untuk skenario dorong dasar; CDA2B dilengkapi magnet internal yang dapat dipasangkan dengan saklar magnetik untuk mewujudkan deteksi posisi secara real-time dan umpan balik sinyal, serta cocok untuk skenario kontrol otomatis yang memerlukan pengendalian posisi presisi.
Desain Bantalan Udara akhiran Z menunjukkan tipe bantalan udara; bantalan udara internal di kedua ujung silinder mampu meredam benturan piston pada akhir langkah, melindungi segel silinder dan batang piston, serta meningkatkan stabilitas dan masa pakai peralatan.
Karakteristik kinerja kecepatan piston dapat disesuaikan (50–500 mm/s), yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kerja aktual; ketahanan tekanannya mencapai 1,5 MPa, lebih tinggi daripada tekanan kerja, serta memiliki kapasitas menahan tekanan dan keamanan yang kuat.
Fitur Kegunaan kompatibel dengan sebagian besar sistem pneumatik industri, dapat digunakan bersama kompresor udara, katup solenoida, regulator tekanan, dan aksesori lainnya, serta banyak diterapkan di berbagai bidang produksi otomatis.
iII. Metode Penggunaan
1. Persiapan Pemasangan
Periksa apakah model silinder (diameter dalam, panjang langkah, tipe CDA2B/CA2B, dengan atau tanpa bantalan udara Z) sesuai dengan kebutuhan penggunaan aktual, serta periksa apakah permukaan silinder rusak, batang piston bengkok, dan saluran masuk/keluar udara tersumbat.
Siapkan aksesori pemasangan yang sesuai (baut, mur, ring penguat), dan periksa apakah antarmuka pemasangan peralatan konsisten dengan lubang pemasangan silinder guna memastikan pemasangan yang kokoh.
Jika jenis cincin magnetik CDA2B digunakan, pasang saklar magnetik pada posisi yang diperlukan di badan silinder, dan hubungkan kabel sinyal ke sistem kontrol untuk memastikan deteksi posisi akurat.
2. Langkah-Langkah Pemasangan
Pasang silinder ke posisi yang ditentukan pada peralatan melalui batang pengikat (tie-rod) dan lubang pemasangan, lalu kencangkan baut untuk memastikan silinder terpasang secara horizontal atau vertikal (sesuai dengan persyaratan kerja), tanpa ada penyimpangan atau kendur.
Hubungkan saluran masuk dan keluar udara silinder ke pipa udara sistem pneumatik, serta gunakan klem pipa untuk memperkuat pipa udara guna mencegah kebocoran udara pada sambungan; perhatikan arah saluran masuk dan keluar udara (harus konsisten dengan arah gerak piston).
Sesuaikan posisi saklar magnetik (untuk tipe CDA2B), beri tegangan dan uji coba, lalu pastikan saklar mampu mendeteksi posisi piston (diperpanjang dan ditarik kembali) secara akurat serta memberikan umpan balik sinyal secara normal.
3. Langkah-Langkah Pengoperasian
Nyalakan kompresor udara, sesuaikan regulator tekanan pada sistem pneumatik, dan atur tekanan kerja ke kisaran 0,05–1,0 MPa (dilarang keras melebihi 1,5 MPa untuk menghindari kerusakan silinder).
Kendalikan katup solenoid melalui sistem kontrol guna mewujudkan ekstensi dan retraksi piston silinder: ketika saluran masuk udara dialiri udara, piston akan maju untuk menghasilkan gaya dorong; ketika saluran keluar udara dialiri udara, piston akan mundur guna kembali ke posisi semula.
Selama pengoperasian, amati status kerja silinder: periksa apakah terdapat kebocoran udara pada sambungan, apakah gerakan piston lancar, apakah tingkat kebisingan normal, serta apakah saklar magnetik (jika ada) berfungsi secara stabil.
4. Penggunaan & Perawatan Harian
Periksa secara berkala kekencangan baut silinder dan sambungan pipa udara, serta kencangkan kembali jika terjadi kelepasan; periksa permukaan batang piston, dan bersihkan debu serta noda minyak untuk menghindari goresan.
Lumasi silinder secara berkala (sesuai frekuensi penggunaan), tambahkan minyak pelumas pneumatik yang sesuai ke dalam rangkaian udara, sehingga dapat mengurangi keausan komponen internal dan memperpanjang masa pakai.
Hindari pengoperasian di lingkungan yang melebihi kisaran suhu yang ditentukan, serta hindari benturan dan tumbukan pada silinder selama penggunaan untuk mencegah kerusakan pada badan silinder dan batang piston.
Jika silinder mengalami kegagalan (misalnya kebocoran udara, gerakan tidak lancar, atau tidak menghasilkan dorong), segera hentikan penggunaannya, periksa penyebabnya (misalnya kerusakan segel, tekanan udara tidak mencukupi, atau tersumbat), dan ganti komponen yang rusak setelah masalah teridentifikasi.
5. Catatan
Jangan membongkar silinder secara sembarangan selama penggunaan, agar segel dan struktur internalnya tidak rusak.
Tekanan kerja tidak boleh melebihi nilai yang ditentukan, yaitu 1,5 MPa; jika melebihi batas ini, dapat menyebabkan pecahnya silinder atau kegagalan segel.
Ketika tipe CDA2B digunakan bersama saklar magnetik, pastikan tegangan catu daya saklar sesuai untuk menghindari kerusakan akibat kelebihan beban pada saklar.
Setelah tidak digunakan dalam jangka panjang, silinder harus diventilasi dan diuji secara berkala untuk menghindari karat dan penyumbatan pada komponen internal.